Jumat, 14 Maret 2014

Cara Hemat Membangun Rumah

www.theproperty-developer.com/?id=bosproperti

Seseorang yang belum atau sudah menikah mungkin memiliki impian untuk membangun rumah yang nyaman dengan uang sendiri. Namun terkadang, hal tersebut tak bisa terwujud karena terbentur dengan biaya.
Untuk membangun sebuah rumah, tentunya biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Apalagi, jika Anda menginginkan rumah itu besar dan mewah. Jangan mengkhawatirkan hal tersebut karena ada cara hemat untuk membangun rumah.

Mau tahu apa saja cara tersebut? Berikut cara hemat membangun rumah yang dicuplik dari Ideinteriorrumah.com:

1. Memastikan ukuran rumah

Pastikan ukuran rumah Anda merupakan angka genap atau kelipatan angka panjang bahan material. Angka ideal untuk baja, biasanya berukuran  meter, 6 meter, dan sembilan meter. Sementara untuk beton, kelipatan 4 meter merupakan angka yang efektif. Untuk itu, pastikan ukuran rumah yang akan dibangun disesuaikan dengan ukuran bahan-bahan tersebut agar lebih hemat dan tidak ada bahan yang terbuang.

Tips Hemat Membangun Rumah

www.theproperty-developer.com/?id=bosproperti

Banyak diantara kita yang menghitung biaya membangun rumah dari ukuran per meter bangunan. Hal ini tak asing lagi, karena biasanya bila kontraktor memberikan harga final untuk biaya membangun rumah yang kita lakukan, terdapat pula biaya 'per meter persegi' bangunan. Berbagai faktor mempengaruhi biaya membangun per meter, antara lain luas bangunan yang akan dibangun, harga material bangunan, peralatan, ongkos tukang, izin membangun bangunan ke pemerintah setempat, fee arsitek, fee kontraktor, instalasi listrik, air, gas (bila ada), pembuangan aliran air kotor serta pajak.

Terdapat beberapa biaya yang dibutuhkan saat membangun, diluar biaya material bangunan. Biaya untuk arsitek misalnya, biasanya ditentukan dari kesepakatan dari kedua pihak yaitu pemesan desain dengan arsitek secara langsung. Biaya pembangunan lain yang dikeluarkan oleh pemilik rumah selanjutnya adalah fee kontraktor untuk membangun rumah tersebut sampai terselesaikan. Biaya lainnya berupa upah tukang, pajak bangunan, listrik, air dan lain-lain.

Pemborosan yang mungkin terjadi dalam membangun misalnya seperti perlengkapan bangunan yang berupa finishing dipilih dari material yang mahal, misalnya jenis cat dinding, jenis kayu, jenis material plafon, jenis engsel, jenis keramik, dan sebagainya. Meskipun ukurannya kecil-kecil, sering menyedot biaya banyak seperti engsel-engsel pintu. Pemborosan bisa juga dari segi desain yang selalu berubah-ubah karena perencanaan bangunan yang dibikin asal-asalan. Desain harus sudah fix sebelum membangun agar tidak ada perubahan di tengah pembangunan sehingga dana jelas membengkak dari asal rencana anggaran awal. Konsep 'tambal sulam' sangat tidak ekonomis dan biayanya lebih mahal. Terkadang dari material juga dipilih bahan yang terbaik agar lebih kuat dan tahan lama, seperti bata merah yang berkualitas dibandingkan dengan batu merah yang murahan dapat dibedakan dari ukuran dan bentuk yang rapi serta dari kualitas pembakaran batanya.

Rabu, 12 Maret 2014

Tips Mempunyai Rumah Dalam Hidup



www.theproperty-developer.com/?id=bosproperti

Rumah adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan. Ketika seorang sahabat lama, datang berkunjung ke rumah yang kita tempati, mereka seringkali akan bertanya “berapa harga pasaran rumah disini?”. Dan pertanyaan itu, juga biasanya akan berlanjut dengan “ini rumah sendiri atau ngontrak?”

Nah kalo kita baru ngontrak, alias bukan rumah sendiri, biasanya kita akan tersipu malu dalam hati. Ini juga akan terjadi, kalo anak-anak kita, menerima teman-temannya main ke rumah kita. Jika rumah yang kita huni adalah rumah yang sempit, maka akan miris rasanya melihat mereka bermain di tempat yang begitu sempit.

Ini saya, @putuputrayasa, alami bertahun-tahun setelah menikah, sampai akhirnya punya rumah sendiri. Saya bisa memiliki rumah sendiri, yang sudah patut untuk membuat hati kecil ini agak percaya diri, setelah 5 tahun menikah. Dan akhirnya bisa tinggal di rumah impian saya, sebagai hadiah ulang tahun pernikahan.
Nah mudah-mudahan anda , sahabat-sahabat saya yang belum punya rumah, juga segera memiliki rumah ya? Ini saya bagi beberapa tips, mudah-mudahan akan membantu ada meraih rumah impian.

1. Bermimpilah untuk memiliki rumah, berapapun penghasilan anda sekarang, bermimpilah untuk memiliki rumah. Tidak ada salahnya, bermimpi rumah yang kecil dulu, tapi pastikan anda menaikkan kelasnya setiap tahun. Dulu saya bermimpi, punya rumah di Taman Permata Jogja, seharga 300an Juta, sebelum akhirnya saya bermimpi dan tinggal di rumah senilai 2 Milyard, 10 tahun kemudian dan sempat pindah-pindah rumah kontrakan dan tinggal di rumah saya yang sebelumnya senilai 300an juta.

2. Mulailah Survey, setelah anda menetapkan rumah seperti apa yang anda inginkan. Yang paling penting saat survey adalah anda menanamkan apa yang anda inginkan ke pikiran bawah sadar, bahwa anda sedang menuju sesuatu. Pikiran bawah sadar, akan secara otomatis membantu anda, bahkan ketika anda sedang tidur, jika keinginan anda sudah terprogram dengan baik. Mengenai bagaimana memprogram pikiran bawah sadar, saya tuliskan dalam buku saya, “The Millionaire Steps” yang akan terbit medio April ini.

3. Ketahui secara pasti, HARGANYA, dalam survey tersebut anda perlu segera mengetahui harga dari rumah anda. Saya sudah melakukan survey kepada ribuan orang dari medan sampai merauke, rata-rata mereka yang tidak memiliki rumah, tidak tahu berapa HARGA PASTI, dari rumah yang diinginkannya. Padahal rumah itu, dijual di perumahan yang ada harganya.

4. Bertanyalah pada yang sudah tinggal di sebelahnya, Cara tercepat untuk mendapatkan apa yang kita impikan adalah belajar dan berguru kepada yang telah mencapainya. Itulah mengapa ssaya memiliki motto hidup, Setiap orang adalah guru saya, setiap tempat adalah sekolah saya. Saya mencapai banyak hal, karena saya berguru kepada banyak orang sukses. Begitu dengan strategi punya rumah, bertanyalah kepada orang-orang yang telah membeli rumah, seharga yang anda inginkan.

Itu dulu tips pagi ini, kita akan lanjutkan berbagi tentang bagaimana strategi memiliki rumah, mungkin saya akan buat ebook khusus, tentang strategi ini, jadi pantau terus twitter @putuputrayasa dan website putuputrayasa.com ya.

Yuk Mengurus IMB Sendiri, Gampang Kok




Masyarakat masih seringkali malas mengurus IMB karena mitos banyak biaya gelap. Padahal IMB bertujuan menciptakan tata letak bangunan yang teratur, nyaman, dan sesuai peruntukan lahan serta mengurusnya juga mudah dan tidak lama. Seperti apa?

Ternyata mengurus IMB itu tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang dan ternyata bisa diurus sendiri. Seperti Joko Ahmad yang pernah mengurus IMB sendiri, ia mengatakan sebelum mendatangi kantor kecamatan, rajin-rajinlah bertanya kepada yang sudah pernah mengurus IMB sebelumnya.
“Selain searching di internet, saya juga bertanya langsung pada tetangga untuk harga dan cara mengurusnya,” katanya Joko, yang mengurus IMB di kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman Kota Tangerang Selatan.

Proses Pengurusan
Menurut Joko beberapa  tahap yang bisa ditempuh dalam mengurus IMB, yaitu:

Pengurusan Pajak Bumi Bangunan Baru


www.theproperty-developer.com/?id=bosproperti

Setelah deal transaksi jual beli tanah kaplingan rencana selanjutnya adalah mengurus SHM-nya (Sertifikat Hak Milik) di BPN. Ternyata salah satu persyaratannya adalah harus ada SPPT PBB beserta STTS-nya (banyak kali memang singkatan-singkatan di Urusan Pajak ini). Setelah ditanyakan kepada kepala lingkungan, rupanya SPPT PBB belum keluar dari Kantor Pajaknya.. duhhh masalah baru (begitu pikirku..). Hmm lalu mulailah susun strategi:

Step 1. Telpon langsung ke kantor pajak (dimana tanah itu termasuk wilayahnya). Entah bagaimana, rupanya telpon langsung diangkat oleh Kepala Seksi Ekstensifikasi.. Waktu itu saya tidak mengerti hal jabatan, yang saya tahu pokoknya orang itu adalah staf kantor pajak.. titik. Nah dari obrolan itu, dijelaskan bahwa ternyata mereka ada sistem pemetaan yang baru sehingga ada pendataan dan pendaftaran ulang untuk setiap objek pajak per Januari 2009 lalu. Lalu saya diarahkan untuk melengkapi persyaratan. (Yang kurang ternyata ada yaitu: copy SPPT PBB baru milik tetangga yang terdekat dengan tanah itu dan surat keterangan dari Kepala Desa bahwa tanah itu memang milikku :D)

Step 2. Urus surat keterangan melalui Kaplingan dan minta copy SPPT PBB tetangga. Surat keterangan cepet kok selesainya. Pak Kaplingannya cukup membantu... Nah mencari SPPT PBB baru milik tetangga ini yang agak repot.. Karena ternyata di dusun II itu pada belum daftar ulang.. haih.haih.. haih.. Jadinya sampailah berkisar 2 mingguan si Pak Kepling hunting copy SPPT PBB tersebut. Tapi untungnya ketemu juga.

Step 3. Berkunjung ke kantor pajaknya. Berbekal semua dokumen yang dipersyaratkan, dengan hati mantap pergi ke Kantor Pajak. Di situ, awalnya saya merasakan staf operasional di depan tidak fokus untuk melayani masyarakat. Jadi kudu bicara berulang, barulah mereka mengerti permasalahan yang ku bawa ke situ. Saya diminta ke belakang kantor untuk cek lokasi tanah di sistem peta mereka. Di belakang, stafnya lumayanlah penyambutannya. Dicek lokasi, ketemu nomornya, lalu disuruh ke depan lagi... Di depan, lapor lagi disambut dengan wajah tanpa senyum, lalu disodori 2 form yang harus diisi. Form SPOP (klo ga salah Surat Pemberitahuan Objek Pajak), dan surat permohonan data baru. Selesai isi, lengkapi dokumen lalu diberi tanda terima dokumen tertanggal 9 November 2009. Anehnya di situ tanggal perkiraan selesai dikosongkan.. Saya tanya kira2 kapan selesai? Dijawab 2 bulan! Gileeeeee.. 2 bulan?? Dengan hati gondok, akhirnya saya pulang.

Senin, 10 Maret 2014

Ingin Beli dan Punya Rumah Sendiri? Ini Perhitungannya


www.theproperty-developer.com/?id=bosproperti
Memiliki rumah sendiri tentu menjadi mimpi para pasangan muda. Tentunya Anda merasa nyaman, selain dapat membuat aturan sendiri dengan pasangan, Anda pun tak perlu mengeluarkan kocek untuk sesuatu yang tidak akan menjadi milik Anda alias sewa.
Bila sudah punya mimpi itu, realisasikanlah, sebelum harga rumah semakin menggila. Jangan takut, pastikan rencananya sudah matang, khususnya mengenai komitmen dan keuangan yang terukur.
Ada cara yang mudah dan cepat untuk mengestimasi kemampuan Anda dalam membeli rumah berdasarkan jumlah penghasilan Anda. Kalikan gaji kotor Anda selama satu tahun dengan 3,4. Misalnya gaji Anda Rp 5 juta sebulan, maka setahun gaji Anda Rp 60 juta. Jika dikalikan 3,4, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 204 juta.

Minggu, 09 Maret 2014

5 Cara Cerdas Beli Rumah Tanpa Menyicil ke Bank


www.theproperty-developer.com/?id=bosproperti

Di masa seperti saat ini semakin sulit bila seorang karyawan dengan penghasilan pas-pasan ingin mempunyai rumah.  Selain memang susah mengalokasikan anggaran nya, harga rumah dari waktu ke waktu juga selalu meningkat.

Solusi pada umumnya adalah melakukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), baik dengan bunga mengambang (floating rate), maupun bunga bersifat tetap (fixed rate).

Namun, menurut Hari Putra, motivator finansial dan managing director WF 19 Technology Inc. (www.p3kcheckup.com), sebetulnya ada beberapa cara dan strategi kreatif yang dapat dilakukan agar bisa memiliki rumah tanpa harus menyicil di bank.

Hari berpendapat, yang pertama-tama harus dilakukan adalah berkenalan dengan rekan-rekan kerja yang berkecimpung di dunia real estat dan properti. Hal tersebut baik untuk kemudahan urusan dan pengetahuan seputar rumah dan tanah, beserta faktor hukum yang meliputinya.

“Dari mereka Anda juga bisa mencari tahu tipe rumah yang dikehendaki, lokasi yang Anda inginkan, serta harganya saat ini dan harga di masa depan, ketika Anda sudah menabung dan berinvestasi,” jelas Hari.